Inilah Alasan Anak – Anak Memiliki Teman Imajinatif


Pernahkah Anda memandang si kecil seolah-olah sedang berbicara dengan seseorang, padahal tidak ada yang sedang bersamanya? Kalian jangan mikir itu hantu dulu ya. Anak-anak memiliki dunianya sendiri yang mereka ciptakan sesuai dengan imajinasi mereka. Agar ada yang menemani, anak-anak biasanya menciptakan sosok-sosok imajinatif di dunianya. Tentu saja karakter yang hanya diketahui oleh si kecil. Selain itu, sosok imajinatif yang kadang dipraktekan oleh anak itu sendiri biasanya merupakan teman imajiner.

Menurut Peneliti Tentang Teman Imajiner

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Eileen Kennedy-Moore, PhD, psikolog senior di portal psikologi anak Amerika yang populer Psychology Today, menjelaskan bahwa normal bagi anak-anak untuk menemukan teman imajinatif karena kesepian atau masalah sosial yang mereka hadapi. Namun bertentangan dengan kepercayaan populer, anak-anak dengan teman imajinatif cenderung ceria, murah senyum dan memiliki tingkat pemikiran yang lebih tinggi.

Dr Eileen menambahkan bahwa lebih banyak teman imajinatif ditemukan pada anak-anak tertua. Hal ini karena pemikiran mereka umumnya lebih dewasa dari saudara-saudaranya. Apalagi anak dengan teman imajinatif belum tentu anak bermasalah. Terkadang memiliki teman yang imajinatif membuat si kecil lebih mandiri dan nyaman bahkan ketika mereka tidak ada. Namun, ada banyak faktor yang menyebabkan anak mendapatkan teman yang imajinatif.

Penelitian yang dilakukan pada beberapa siswa di sekolah-sekolah Amerika menurut Dr. Eileen berhasil mengungkap bahwa teman-teman imajinatif yang dibentuk si kecil adalah akibat dari trauma psikologis yang dialaminya. Terkadang hubungan yang dialami anak-anak di sekolah tidak selalu baik. Bahkan ada anak yang dianiaya. Dari situ, anak ini akan mulai mengekspresikan kekesalannya dengan membuat teman imajiner yang menjadi penerima segala kekesalan dan semua emosi yang di alami.

Jika kita tahu bayi kita memiliki teman yang imajinatif, kita tidak perlu melarang atau memarahi mereka. Namun, tidak boleh dibiarkan begitu saja, tetapi perlu mendekati anak. Tanyakan apa yang si kecil bicarakan, mengapa begitu mengasyikkan? Cobalah untuk dekat dengan anak, jadilah teman untuknya. Mungkin waktu yang Anda berikan kepada si kecil sebelumnya tidak cukup, jadi sekarang adalah waktu yang tepat untuk memberinya cukup waktu untuk mendekati dan bermain dengannya. Ingatlah bahwa setiap kali Anda memberi kepada si kecil akan menjadi momen sangat penting dalam proses hidupnya. Semoga berhasil.