Mengenal Petechiae Palatal Serta Penyebab – Peneybabnya


Palatal petechiae sempat menjadi topik hangat di dunia maya. Jika Anda penggemar aplikasi TikTok, Anda mungkin pernah melihat istilah tersebut menjadi viral di sana. Ini merujuk pada konten pengguna aplikasi yang menunjukkan bahwa seorang dokter gigi dapat mempelajari lebih lanjut tentang aktivitas seksual seseorang, terutama yang terkait dengan seks oral.

Dilansir dari penelitian, pernyataan ini dikonfirmasi oleh seorang dokter gigi Michigan bernama Huzefa Kapadia. Ia mengungkapkan, dokter gigi memang bisa mengetahui jika seseorang baru saja melakukan oral seks.
Dugaan ini didasarkan pada kondisi langit-langit mulut yang terasa perih disertai iritasi atau lebam, yang dikenal dengan palatal petechiae.

Apa itu petechiae palatal?

Ini merupakan luka seperti memar yang ada pada langit mulut. Hal ini terjadi ketika benda terus menyentuh area tersebut, seperti permen lolipop, akhirnya menyebabkan luka di mulut yang dapat menyebabkan memar atau iritasi.

Dikutip dari penelitian menjelaskan bahwa petechiae palatal bisa terjadi akibat pecahnya pembuluh darah kecil akibat suction. Kondisi ini dapat muncul sebagai memar kemerahan ringan di bagian belakang langit-langit lunak.

Berdasarkan pengalamannya, ahli juga menemukan pasien dengan lesi petechiae-palatal yang berhubungan dengan aktivitas oral seks mereka. Oleh karena itu, seks oral dapat dikatakan sebagai salah satu kemungkinan penyebab lesi ini.

Haruskah petechiae palatal menjadi perhatian?

Memar atau iritasi tentu merepotkan jika dialami oleh bagian tubuh manapun. Namun, seperti memar di bagian tubuh lainnya, petechiae palatal adalah kondisi ringan yang bisa sembuh dengan sendirinya.

Kondisi ini umumnya sembuh dalam beberapa hari atau dalam seminggu. Selain itu, penyakit ini juga tidak membuat kerusakan permanen di bagian langit-langit mulut Anda.

Risiko Kesehatan Lainnya dari Seks Oral

Selain petechiae palatal, aktivitas seks oral juga memiliki potensi risiko kesehatan. Masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh seks oral antara lain risiko tertular infeksi menular seksual (IMS). Beberapa PMS yang umumnya ditularkan melalui seks oral seperti herpes genital.

Herpes genital ini terjadi oleh virus herpes simpleks. Virus ini akan ada secara permanen di tubuh Anda sehingga herpes tidak dapay disembuhkan dan beresiko kembali lagi. Namun, gejalanya bisa hilang dengan sendirinya jika virus tidak aktif.